Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Di tengah

Iklan di tengah

OJK Sulteng Bekali Nelayan Desa Banagan Lewat ToT Dukung Kampung Nelayan Merah Putih

Rabu, 05 Agustus 2026 | Agustus 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-05T09:23:58Z

Toli-Toli – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi nelayan di Desa Banagan, Kabupaten Toli-Toli, sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir dalam mendukung pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Desa Banagan merupakan salah satu lokasi yang ditetapkan sebagai calon Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I. Secara nasional, program tersebut akan dibangun di 65 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Desa Banagan menjadi salah satu lokasi yang berada dalam wilayah kerja Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah.

Meski KNMP di Desa Banagan belum mulai beroperasi, OJK telah melakukan berbagai langkah persiapan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Salah satunya dengan menyelenggarakan Training of Trainers bagi nelayan dan masyarakat setempat agar siap memanfaatkan ekosistem keuangan yang akan dibangun melalui program tersebut.

Program EKI merupakan bentuk dukungan OJK terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita ke-2 dan ke-6, dengan tujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan mengenai literasi dan inklusi keuangan, termasuk pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, sehingga nantinya mampu mengakses berbagai fasilitas keuangan secara optimal ketika KNMP mulai beroperasi.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah juga melakukan survei terhadap nelayan dan masyarakat Desa Banagan. Hasilnya menunjukkan masih banyak nelayan yang memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan produk dan layanan industri jasa keuangan, termasuk layanan keuangan digital.

Melalui pelatihan ini, OJK berharap dapat meningkatkan pemahaman serta kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal, sehingga mampu mendorong peningkatan akses dan inklusi keuangan di Desa Banagan.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, mengatakan Program Ekosistem Keuangan Inklusif yang disinergikan dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan membekali nelayan dengan kemampuan mengelola keuangan secara lebih baik.

"Melalui program ini, nelayan didorong untuk memahami pengelolaan keuangan yang baik, memanfaatkan layanan keuangan formal seperti tabungan dan asuransi, serta mengakses pembiayaan produktif guna mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, nelayan diharapkan tidak hanya tangguh saat melaut, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan," ujar Bonny.

OJK juga berharap para peserta ToT dapat menjadi agen literasi keuangan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, serta pentingnya perlindungan konsumen kepada masyarakat lainnya.

Ke depan, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta pelaku industri jasa keuangan dalam mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banagan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal, memperkuat ketahanan usaha nelayan, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, serta mendukung keberhasilan implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih secara berkelanjutan.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini